Cari Blog Ini

Memuat...

Muhammad adalah nabi PALSU


Berikut beberapa alasan, mengapa Muhammad saya sebut sebagai nabi palsu:

  1. Tidak mampu mengadakan satu pun mujizat. (Kalau pun ada, itu berasal dari hadish tak sahih yang dibuat ratusan tahun kemudian sesudah Muhammad wafat, misal tentang mujizat Muhammad membelah bulan, ini pun berasal dari mulut Muhammad sendiri, tak ada saksi. Sungguh konyol).
  2. Dirinya sendiri yang mengklaim bahwa dirinya adalah nabi. (Nabi-nabi di Israel tidak ada yang menyebut dirinya sendiri sebagai nabi, tetapi segala ucapan dan mujizat yang membenarkan bahwa dia nabi sehingga orang-oranglah yang menyebutnya nabi, bukan atas pengakuannya sendiri)
  3. Dia dengan sengaja mengarang kitab suci sendiri dan mencoba membenarkan bahwa kitabnya asli bukan palsu. (Nabi-nabi Israel seperti Musa, Yesaya, Daniel, juga menulis kitabnya sendiri tapi tidak ada klaim-klaim bahwa kitabnya adalah kitab suci asli atau palsu, sebab tulisan mereka bukan untuk tujuan dikultuskan, justru orang-orang yang terkemudianlah yang mengkultuskan tulisan-tulisan nabi itu menjadi kitab suci).

  4. Dia dengan sengaja menciptakan agama sendiri dan mencoba membenarkan bahwa agamanya adalah agama asli berasal dari Tuhan, yang merupakan kelanjutan dari agama-agama sebelumnya. (Padahal Tuhan yang Sejati tidak pernah menciptakan agama apapun. Yahudi dan Kristen adalah hasil penamaan masing-masing umat untuk lembaga mereka, bukan nama dari Tuhan. Ajaran Tuhan adalah universal)
  5. Alquran dikatakan sebagai kitab suci kelanjutan dari kitab-kitab suci sebelumnya yang juga diturunkan oleh Tuhan kepada nabi Musa, nabi Daud dan nabi Yesus. (Padahal Tuhan yang Sejati tidak pernah menurunkan kitab suci dalam pengertian harfiah. Yang Tuhan berikan kepada Musa adalah 2 loh batu, bukan kitab. Demikian juga kitab Zabur (Mazmur) bukan kitab yang jatuh dari langit yang diberikan Tuhan kepada Daud, dan apalagi Injil, bukanlah kitab yang ditulis oleh Yesus. Kesalahkaprahan dalam pemahaman ini sebagai bukti kalau Muhammad nabi palsu yang bodoh)
  6. Banyak kisah-kisah Islam yang mencatut dongeng-dongeng kafir dari agama-agama pagan di Timur Tengah, di antaranya kisah tentang Tuhan pernah mengutuk manusia jadi kera (monyet) (QS 2:65; 5:60; 7:166), kisah Bidadari Surga mirip dengan kisah dalam agama Zoroaster atau Hindu, kisah Isra’ Miraj, Raja Salomo bercakap-cakap dengan semut (Amsal 6:6; 30:25), kisah Abraham dibakar oleh Raja Nimrod (mirip dengan kisah dalam Daniel 3), kisah Gideon yang tertukar dengan Saul raja Israel, nama Maria ibu Yesus yang tertukar dengan nama Maryam saudara perempuan Musa/Harun, dan masih banyak lagi.
  7. Kejahatan yang tak terperikan yang pernah dilakukan sang nabi. (Memang sebelum Muhammad terusir dari Mekkah, tingkah lakunya biasa-biasa saja. Tapi semenjak dia hijrah ke Madinah, dengan didukung oleh tentara Ansor yang notabene asli Madinah, gerombolan baru ini suka merampok para pedagang yang melintasi perbatasan Mekah-Madinah, sekaligus memperkosa para tawanan wanitanya. Di dalam kota sendiri, Muhammad membantai orang-orang Yahudi satu demi satu yang kebanyakan adalah para pedagang kaya, Muhammad dan gerombolannya mengambil alih harta orang-orang Yahudi yang dibunuh itu yang katanya merupakan rejeki dari Allah dan mengambil alih istri dan anak-anaknya, sebagian dijadikan budak dan sebagian dijadikan istri, dan masih banyak lagi).
  8. Kebejatan moral yang dilakukan sang nabi. (Setelah istri pertamanya yang bernama Kadijah wafat, Muhammad bebas berbuat semaunya dalam mencari obyek seksnya. Dia mengembat menantunya sendiri yang bernama Zainab, memperistri anak kecil berumur 6 tahun bernama Aisyah, berzinah dengan budaknya yang bernama Maria, setelah ketahuan oleh istrinya yang bernama Hafsah, turun ayat palsu yang memerintahkan Muhammad agar menikahi budaknya, mengambil alih istri orang Yahudi dari Kaybar bernama Shafiyah sehari setelah keluarganya disiksa dan dibantai oleh gerombolannya, dan masih banyak lagi).
  9. Muhammad sebagai nabi palsu sangat cocok dengan nubuat dalam kitab Wahyu (13:18; 19:20; 20:10). Di dalam kitab suci disebutkan bilangan namanya, yaitu 600 60 6 atau 666. Bila angka 666 dianggap sebagai angka tahun, ini sebuah angka yang sangat dekat dengan angka tahun Masehi di mana ketika itu Kerajaan Islam mencapai masa kejayaannya; bila ditilik dari pecahan bilangan tersebut, yaitu 600 60 6, maka ini pun sangat klop dengan Muhammad. Tahun 622M sebagai tahun hijrah Muhammad memulai karir gemilangnya sebagai nabi di Madinah, angka 622 bila diambil ratusannya saja maka kita peroleh angka 600. Usia 63 Muhammad wafat dipelukan Aisyah karena racun ganas yang menggerogotinya hampir selama 3 tahun, bila diambil angka puluhannya saja akan diperoleh angka 60. Muhammad lahir pada tahun 571/572M, bila dijadikan angka satuan (angka abad) akan kita peroleh angka 6. Sehingga 600 60 6 maupun 666 semuanya cocok dan klop dengan Muhammad bila kita mencoba untuk mencocokkannya. Apalagi kalau kita mau melihat jumlah ayat dalam Alquran, yang jumlahnya 6.666 ayat. Sungguh fantastis, semuanya serba 6, dan bila angka itu dipecah akan menjadi 6000 600 60 6. Kenapa saya coba menghubungkannya dengan Muhammad? Pertimbangan ini diambil karena kata “nabi palsu” dalam kitab Wahyu ditulis dalam bentuk tunggal (bukan jamak), artinya hanya ada satu nabi palsu yang perlu mendapatkan perhatian serius. Dan sepanjang sejarah manusia, hanya Muhammad-lah yang perlu mendapatkan perhatian khusus, sebab dia secara terang-terangan menentang Yesus sebagai Tuhan (Antikristus), pengaruhnya mendunia, tidak hanya lokal di Arab saja, dan ajarannya telah menyebabkan kehancuran besar dan menewaskan ribuan orang bahkan jutaan orang akibat dari buah-buah yang dihasilkan oleh pengikutnya, seperti dari kasus-kasus BOM BUNUH DIRI maupun PELEDAKAN PESAWAT & PERUNTUHAN GEDUNG WTC di Amerika. Islam sangat membenci Yahudi dan Kristen, nah, siapa lagi kalau bukan dia? Bukankah sejak dari zaman Taurat sampai zaman Yesus, Iblis memang selalu berusaha untuk menghancurkan umat Allah?
Kita jangan membenci Muslim, sebab mereka cuma korban. Mereka begitu karena nabinya. Mereka bejat dan jahat juga karena nabinya. Kita seharusnya merasa iba dan kasihan kepada Muslim. Kita harus tunjukkan buah-buah roh dan kasih sayang kepada para Muslim. Kita doakan semoga Tuhan mau mengampuni mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang telah mereka perbuat. Mereka hanyalah korban. Sekali lagi, kita harus mengasihi mereka, karena sebagai manusia kita sebenarnya bersaudara.


Artikel Terkait:

3 komentar:

  1. jelas sekali dia memang nabi palsu, ajarannya juga mengerikan dimana mana, permpuan dipoligami, cerai, siri, dan wanita paling banyak dineraka kata ajaran itu kasihan manusia yang mengikutinya

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Kalau saya jadi kalian (orang muslim), tentu saya ga langsung percaya pada kefanatikan buta yg dibuat nabi anda. Saya akan mempelajari kitab-kitab seperti taurat dan injil, apakah benar ada nabi dari arab. Soalnya muhammad menyelewengkan agama yg terdahulu. Musa dan Isa Al-masih sama sama didatangi Tuhan di gunung. Tetapi apakah muhammad pernah didatangin oleh Tuhan disebuah gunung. Jelas dari sini aja janggal sekali, klaim dari alquran bahwa wahyu diterima disebuah goa. Agama tidak akan bisa menyelamatkan, mau kita beribadah sebanyak apapun juga tetap kita adalah orang berdosa. Kita butuh seorang penyelamat dan penebus dosa seperti Yesus Kristus(nabi kristiani).

    BalasHapus